Bikin Startup Motor Listrik Yuk! Bagian-2

Kali ini saya mau tulis tentang baterai. Kendaraan listrik masalahnya tuh bukan cuma di motor penggeraknya, tapi baterai adalah masalah utama. Kenapa masalah utama? Karena enggak sampai sekarang yang bisa ngalahin kerapatan energi dari bahan bakar minyak. 1 Liter BBM itu kira-kira isinya antara 8-9 kWh. Nah, kalo di skutik ada 3 liter berarti sudah menyimpan daya 24kWh, tapi sayangnya yang bisa dikonsumsi cuma 30%. Sisanya, dalam usaha mengubah energi kimia dalam bensin tersebut, diperlukan panas. Dalam mekanisme tersebut menimbulkan gesekan baik antara piston dan silinder, klep, roda gigi dll dst dsb. Akhirnya yang bisa tersalurkan ke roda ya cuma 25-30%. Keunggulan motor listrik ini adalah efisiensi, mereka bisa ambil 80% energi listrik langsung dikonversi menjadi gerak.

Baterai 18650 Panasonic yang jadi penyimpan energi di Tesla model lawas. Model baru katanya pakai baterai baru 21700 gambar dari insideevs.com

Makanya hanya dengan 3kWh atau setara dengan kurang dari setengah liter BBM, Motor Elektrik dapat menempuh jarak puluhan km. Nah, yang mempengaruhi efisiensi motor elektrik, tentu saja motor listriknya. Mungkin kalo sempat atau kalo ingat saya coba bahas motor listrik lain kali.

Sekarang mau nulis tentang baterai dulu.

Penyimpan Energi

Penyimpan energi ini sebenarnya ada banyak selain baterai, hanya saja baterai ini yang mempertemukan antara kepraktisan, volume dan berat menjadi seimbang. Bisa aja kita menyimpan energi dalam tabung udara bertekanan. Kalo tabungnya dibuka, psti energi dari tekanan udara yang disimpan langsung terlepas dan bisa digunakan sebagai penggerak. Masalahnya, seberapa besar tabung kompresi yang dibutuhkan untuk menyimpan energi cukup untuk menggerakan kendaraan sejauh 100 km? Besar banget tentunya.

Memperhitungkan kemungkinan untuk diisi ulang, memiliki kepadatan energi yang cukup, bobot yang memadai dan volume yang tidak berlebihan, baterai sampai saat ini masih jadi pilihan terbaik sebagai tempat menyimpan energi listrik untuk kendaraan listrik. Sementara itu, diantara banyak baterai, baterai lithium adalah yang memiliki kepadatan paling tinggi. Sekitar 500-600 wH per liter, artinya membutuhkan 2 liter (Volume) baterai untuk 1kWh energi yang disimpan.

Oke, intinya satu-satunya pilihan untuk saat ini ya pake Lithium karena kepadatan energi-nya paling baik dibanding yang lain. Penelitian baterai masih berlanjut kok. Belakangan ada konsep lithium-air, jadi baterai jenis ini menggunakan katoda udara, tentunya ini mengurangi berat dan volume baterai. Yang berikutnya Lithium-Silicon, dengan anoda silikon, katanya bisa bikin baterai 4 kali lebih besar daya tampungnya. Tapi masih dalam penelitian, mudah-mudahan bisa masuk kelas produksi dalam waktu dekat.

Pengisian Baterai

Tidak semua jenis baterai bisa di isi ulang dengan cepat. Setiap jenis baterai ini punya kemampuan dialiri daya yang berbeda-beda, tergantung kandungan atau komposisi baterai. Ada baterai yang cepat di isi, tapi penyimpananya tidak cukup baik. Ada yang di isi-nya lama, tapi baterainya tahan lebih lama. Dan ilmuwan mengembangkan yang paling seimbang. Maunya sih bisa diisi secepat mungkin dan dapat digunakan selama mungkin baterainya.

Untuk kepentingan umur baterai ini biasanya ada komputer di kendaraan listrik yang akan mengendalikan seberapa cepat baterai di isi, seberapa besar baterai akan menyuplai daya ke motor listrik, dan seberapa banyak konsumsi baterai untuk keperluan lain. Tentunya dengan manajemen daya baterai yang baik akan meningkatkan jarak tempuh kendaraan. Baik karena regeneratif breaking, mematikan aplikasi yang tidak diperlukan ketika berkendaraan, atau sekedar mengurangi proses yang ditangani prosesor ketika idle.

Perangkat Lunak

Perangkat lunak pada kendaraan listrik cukup penting dibanding kendaraan lain. Jadi buat para pengembang kendaraan listrik, jangan lupa untuk memberikan update pada perangkat lunaknya, kalau-kalau dengan update bisa menambah 1-20% jarak jelajah kendaraan. Tentunya ini juga memberikan kemungkinan untuk motor listrik memiliki bengkel, jadi update software di bengkel setiap 2-4 bulan satu kali. 😀

Saya pernah baca atau denger, tapi lupa di mana, beberapa kali Tesla memberikan update sehingga memungkinkan kendaraan jadi lebih efisien, membaca indikator baterai lebih presisi, dll dst dsb.

Tentunya tampilan dashboard juga kalo bisa di update biar enggak bosen. Atau kalau perlu ada template tampilan yang selalu bertambah kalo ada update baru (kok jadi kemana-mana ini).

Baterai vs Jarak Tempuh

Volta BCN Gambar dari www.voltamotorbikes.com

Semakin besar daya baterai tentunya jarak tempuhnya semakin jauh. Tapi ada efisiensi motor listrik, pengereman regeneratif dan cara berkendaraan yang memberikan hasil berbeda pada jarak tempuh dengan daya baterai.

Kita ambil contoh antara Volta BCN City dan Gesits. Volta BCN City pakai motor listrik 25kw, sementara gesits pake 5kw. Dari daya motor-nya kita lihat ada perbedaan 20 kw, ya. Tapi kita lihat dari baterainya. Volta BCN City menggunakan baterai 3 kw sementara Gesits pakai baterai 5kw (Banyakan baterainya Volta BCN City, kan?). Lebih besar gesit 60%, tapi kita lihat jarak tempuhnya. Jarak tempuh rata-rata Volta BCN City adalah 70 km, sementara Gesits di situsnya menyatakan jarka tempuhnya 100 km, hanya sekitar 43% lebih jauh dari Gesits.

Oke, keduanya klaim pabrikan, jadi enggak pas juga ya kalo dibandingin, tapi dari sama-sama klaim itu kelihatan bahwa baterai enggak selamanya yang utama. Tapi motor listrik juga perlu lebih efisien. Perangkat lunak juga harus lebih efisien terutama dalam mengatur regenerative breaking.

Gesits Gambar dari gesits.co.id

Untuk top Speed, Gesits 100 kpj, sementara Volta BCN City 120 kpj. (Kemungkinan Volta dibatasi kecepatan maksimalnya untuk mendapatkan efisiensi hingga 70km itu.)

 

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *