Kendaraan Hybrid: Series vs Parallel

Blog #24

Setelah kehujanan dan sepanjang perjalanan membayangkan motor hybrid, akhirnya muncul artikel ini dalam imaji. Sampai tahun 2016 kemarin, kebanyakan mobil hybrid menggunakan skema paralel. artinya mesin IC (Internal Combustion) juga dihubungkan langsung ke roda, dan mesin IC akan mengambil alih ketika mobil melakukan akselerasi atau ketika mobil dalam kecepatan tinggi. Dalam bayangan saya sih ketika melakukan transisi dari mesin listrik ke mesin IC pasti ada jeda seperti transmisi otomatis dengan beberapa percepatan.

Parallel Hybrid

Skema paralel hybrid dari Wikipedia.

Setiap desain pasti ada keuntungan dan kerugianya. Desain yang populer belakangan karena mungkin teknologinya baru memungkinkan saat ini belum tentu juga punya keuntungan mutlak dengan teknologi sebelumnya. Teknologi sebelumnya juga terus diperbaharui, jadi kadang teknologi yang sudah ada sejak lama malah bisa lebih baik dari yang baru muncul.

Sampai tahun 2016 skema mobil hybrid di dunia kebanyakan menggunakan Parallel hybrid. Kala itu harga baterai masih sangat mahal, baru saat ini baterai kendaraan elektrik menyentuh angka 190 USD untuk 1KWH atau menurut google setara 2,7 Juta. Jadi, dengan baterai yang relatif kecil (walaupun kalau dibandingkan dengan aki mobil umumnya sangat jauh lebih besar), motor listrik yang digunakan juga relatif kecil. Daya dari motor listrik ini hanya digunakan pada saat akselerasi di kemacetan, atau membantu akselerasi ketika beban kendaraan cukup besar.

Saat ini tidak sedikit juga mobil hybrid yang tetap menggunakan parallel hybrid dengan motor listrik yang juga besar. Misalnya BMW i8 dengan mesin 1500cc turbo 3 silinder dipadukan dengan motor listrik yang tidak kalah besar. Ketika berakseleras, mobil akan menyalurkan seluruh power mesin IC dan mesin elektriknya ke semua roda, memberikan akselerasi maksimal. Sementara ketika berkendaraan santai koputer akan memadukan motor listrik dan motor IC. Ketika di dalam kota yang banyak menemukan charger, pengguna bisa mematikan mesin IC-nya dan hanya menggunakan mesin Listriknya saja.

Tentunya dengan kapasitas mesin yang besar membutuhkan ruangan mesin yang juga lebih besar. Transmisi yang menyalurkan tenaga mesin ke roda juga cukup memakan tempat. Walaupun menyandang plugin hybrid, BMW i8 ini masih mengandalkan sebagian besar penjelajahanya menggunakan bahan bakar minyak. Jarak jelajah full elektriknya hanya sekitar 24-37 km, sementara perpaduanya mencapai 500-600km jika baterai dan bahan bakar penuh. Tangki bahan bakarnya sendiri sekitar 20-30 liter, mungkin 24 ya… Dibanding dengan Chevrolet Volt yang bisa sampai 85 km jarak penggunaan baterainya jauh, kan?

Series Hybrid

Diagram Series Hybrid dari Wikipedia

Series hybrid ini sebenarnya sudah lama di industri kendaraan. Biasanya digunakan di kereta api dengan sebutan Diesel-Electric Transmission. Lokomotif Diesel-Electric menggunakan mesin IC-nya sebagai pembangkit listrik yang tenaga listriknya langsung digunakan untuk menggerakan roda menggunakan motor listrik. Keuntunganya, tentunya kendaraan akan memiliki seluruh keuntungan menggunakan motor listrik. Di mobil, belum umum, saya baru kenal 2 produk yang pakai Series Hybrid, Chevrolet Volt

Motor listrik memiliki torsi yang tinggi sejak awal, makanya lebih efisien tidak menggunakan gigi, tinggal komputer yang nanti mengkalkulasikan seperti apa tenaga yang disalurkan ke motor listriknya. Dengan bobot yang setara dan tenaga yang setara, akselerasi motor listrik tentunya lebih baik dari pada motor IC, silakan lihat balap drag antara Tesla dengan Lamborghini dan super car lain, kelihatan digdayanya motor listrik ketika akselerasi.

Kebanyakan sistem Parallel Hybrid yang saya tahu memiliki power mesin IC yang lebih besar, sementara untuk Series Hybrid, memiliki mesin elektrik yang lebih besar. Alasanya mungkin karena ada saatnya Parallel Hybrid menggunakan tenaga dari mesin saja, sementara Series Hybrid mesinya akan selalu menggunakan listrik, baik yang di hasilkan langsung dari putaran mesin ataupun perpaduan dari baterai.

Kelemahan Series Hybrid tentunya kendaraan jenis ini seperti hanya punya 1 mesin. Karena sepenuhnya pergerakanya menggunakan motor listrik. Mobil Parallel Hybrid yang mesin elektriknya rusak tentu masih bisa menggunakan mesin IC-nya. Sementara di Series Hybrid jika mesin listriknya tewas, mesin IC-nya tidak bisa digunakan. Tapi… Selama ini kan mobil cuma pakai satu mesin, ya? Jadi bukan kelemahan juga, tapi tidak memiliki kelebihan seperti pada Parallel.

Lebih baik mana?

Ya, tentunya tergantung masing-masing individu sih. Saya yang suka dengan mobil listrik dan desain simpel, ya lebih suka yang Series Hybrid. Mungkin yang suka mesin bensin performa tinggi tapi tetap ingin irit ya bisa gunakan Parallel Hybrid. Sayangnya PCX 150 hybrid yang akan keluar tidak menggunakan parallel hybrid sepertinya. Dengan penggerak elektrik pastinya sensasi mobil listrik lebih terasa di mobil dengan series hybrid.

 

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *