Speed of light (Fotografi)

Blog #21

Lagi buka galeri google photo tiba-tiba lihat ada beberapa hasil karya speed of light, satu yang belum banyak konsul sama rekan, satu yang sudah konsul. Konsepnya memang seperti itu, tapi ternyata ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar ‘noise’ atau ‘gram’ hasil gambar tidak terlalu banyak. Nah, saya akan coba tuliskan tentang bagaimana cara membuat foto seperti ini.

Uji coba pertama saya waktu itu di Bekasi, sekitar bulan Juni, lupa tepatnya. Waktu itu masih bolak-balik Jakarta-Indramayu naik Suzuki GSXR-150. Berhenti, langsung cobain kamera.

Uji Coba 1. f/4.5  1/15 55mm ISO3200

Pengambilan gambar pertama ini bukan uji coba juga sih, realize aja, wah ternyata kalo kecepatan rananya lambat, yang bergerak jadi burem, ya… kalo gitu kalo makin lambat gimana? Nah, dari hasil ini lah, baru ngeh cara buat speed of light itu begitu tho. Dari hasil foto ini, akhirnya kecepatan rana terus dikurangin, dari 1/15 jadi 1/3 sampe akhirnya di dapat angka 1/2. Hasilnya seperti di bawah ini.

f/16 1/2 63mm ISO3200

Nilai f/16, kecepatan rana 1/2 focal lenght 63mm dan ISO 3200. Waktu gambar ini diambil, belum tahu kenapa ISO 3200 itu tidak dianjurkan kecuali terpaksa. Waktu itu juga belum tahu tentang white balance dll, masih sambil belajar. Tapi waktu itu udah cukup senang dengan hasil gambar ini, lumayan ya…

Agak lama setelah ambil gambar ini, setelah belajar sedikit, akhirnya coba lagi ambil gambar seperti itu, kali ini dengan tripod dan menggunakan timer agar kamera tidak goyang waktu proses pemotretan. Oh iya, gambar diatas ini diambil tanpa tripod, jadi ya begitulah jadinya.

f/6.3 8s 189mm ISO800

Yup, kali ini nilai f dipilih yang paling kecil (bukaan besar) dan kecepatan rana 8 detik dengan iso 800. Sayang, ini di kampung, jam 8 malam sudah jarang kendaraan jadi cuma ada 1 atau 2 motor yang lewat, dan jadinya seperti itu. Kali ini tidak ada objek bergeraknya (foto sebelumnya ada manusianya) jadi lebih tajam objek tidak bergeraknya. Uji coba terakhir,

f/6.3 8s 178mm ISO800

Setinganya masih sama, tapi sekarang fokus di tiang jembatan, jadilah seperti ini. Di tunggu sampe ada mobil lewat baru jepret, dapetlah seperti ini. Lumayan lah, untuk belajar. Gambar tidak bergeraknya lebih tajam, warnanya juga lebih pas dibanding yang sebelum-sebelumnya.

Gambar-gambar diatas diambil menggunakan Canon EOS M10 dengan lensa canon EF-M 55-200mm f/4.5-6.3 IS STM.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *