Teknologi Mesin Masa Depan

Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatu
Selamat gini hari, salam sejahtera untuk kita semua.

Walaupun judulnya teknologi masa depan, maksudnya ga jauh-jauh banget masa depanya. Dengan naiknya standar emisi, minimnya emsisi karbon dan target dunia untuk mengurangi emisi karbon, tentunya dibutuhkan teknologi mesin yang lebih ramah lingkungan. Nah, saya mau coba ngasih bahan pemikiran, kira-kira mesin jenis apa aja yang bisa diaplikasikan dalam waktu dekat untuk mengurangi itu.

Mesin Turbo

Gambar dari turbokart.com, mesin kecil (225cc) dengan turbo.

Untuk mengurangi emisi, mau tidak mau ya menggunakan turbo. Dengan menggunakan turbo, mesin yang CC-nya kecil akan bisa punya tenaga lebih. Kalo saat ini, mesin CC kecil ini dipaksa untuk mengeluarkan tenaga maksimalnya dalam sekali tarik tuas gas (matik dan bebek). Sering lihat kan ada motor bebek atau skuter metik yang akselerasinya cepet banget (karena tarik tuas gas-nya ga kira-kira), nah itu kapasitas sekecil itu dipaksa mengeluarkan seluruh tenaganya. Dengan Turbo, tenaga akan lebih besar, jadi mesin hanya mengeluarkan 50% tenaganya sudah mendapat akselerasi yang sama.

Masalahnya, butuh ruang tambahan untuk menempatkan perangkat turbo ini. Pabrikan motor khususnya harus memikirkan tempat untuk turbo ini, padahal bagian mesin motor biasanya sudah penuh, dan susah disisipkan perangkat tambahan. Ditambah lagi, harga turbonya sendiri pasti membebani harga motor.

Tapi keren juga kan kalo ada mesin 125cc dengan power 20ps? 😀

2 Tak Injeksi

Berikutnya adalah mesin 2 langkah dengan pengabutan bahan bakar injeksi. Berita terakhir tentang mesin ini, KTM sudah meluncurkan mesin jenis ini dengan TPI (Transfer Port Injection) yang sudah lolos euro 4. Gak jauh beda sama mesin 2 tak sebelumnya, bedanya pengabutan bahan bakar-nya menggunakan komputer. Nah lebih canggih lagi kalo pengabutan bahan bakarnya langsung di dalam silinder, pastinya campuran udara-bahan bakar gak akan kebuang sama sekali, karena bahan bakar di semprot ke ruang bakar setelah lubang buang benar-benar tertutup.

Selain 2 tak injeksi menjanjikan performa yang mirip mesin 2 tak konvensional, bahkan lebih baik, mesin ini juga lebih ringan dan lebih kompak dibanding mesin 4 tak. Mesin ini tentunya tidak membutuhkan katup, rantai keteng, noken as, dan part lain yang biasanya ada di kepala sililinder mesin 4 tak. Tentunya dengan kapasitas yang lebih kecil, mesin ini punya tenaga yang lebih besar dari mesin 4 tak.

Mesin 2 tak injeksi ini sudah banyak digunakan di luar negeri, khususnya eropa. Misalnya seperti E-TEC atau seperti yang sudah disebutkan diatas, KTM TPI.

Gambar dari Forum Vitalmx.com

 

Hybrid

Opsi ini menurut saya agak sulit mengingat sepeda motor tanpa motor tambahan sudah cukup padat. Teknologi Hybrid berarti menambahkan baterai sebagai penyimpan tenaga listrik dan motor listrik untuk menggerakan kendaraan tanpa motor konvensional. Mungkin saja 2 tak injeksi dengan baterai dan motor listrik, tapi tentunya kapasitas baterainya akan sangat sedikit dan motor listriknya akan mengganggu pusat gravitasi motor. Motor jadi sulit dikendalikan karena harus menggotong banyak perangkat. Mencari contoh motor hibrida lebih juga sulit saat ini.

 

Elektrik

Opsi yang paling mungkin adalah listrik. Perubahan penggunaan motor konvensional pada sepeda motor menjadi penggerak listrik dan mengubah tangki bahan bakar menjadi baterai merupakan opsi paling logis untuk menekan emisi kendaraan bermotor. Sudah banyak contohnya, seperti Zero motorcycles, Energica Ego, Lightning motorcycle dan masih banyak lagi.

Keunggulanya, tentunya efisiensi bahan bakar yang jauh lebih tinggi dibanding dengan bahan bakar bensin. Misal kita ambil contoh Energica Ego, ya. Energica Ego punya kapasitas baterai 11,7 Kwh, artinya dengan biaya PLN yang kita bulatkan jadi 1500 untuk isi penuh butuh Rp 17.550 dengan jarak tempuh sekitar 100km jika digunakan dengan kecepatan 100 km/jam ata sekitar 150km jika kecepatan 80 km/jam. Berbeda dengan motor bensin, motor listrik lebih boros jika digunakan dengan kecepatan yang lebih tinggi. 11,7 Kwh itu setara dengan kurang dari 2 liter bensin… Irit, ya?

Bentuknya juga lumayan, gini penampakanya:

Keren tho tampangnya. Untuk isi sampai 80% dengan tegangan yang cukup cuma butuh 30 menit, lho… Nah, kalo sepanjang pantura aja ada tempat isi ini, pasti bisa buat mudik nih. Jadi setiap 150km berhenti 30 menit buat ngecharge. Istirahat selesai, bisa lanjut jalan lagi 😀 keren ya. Apa lagi kalo kena macet bukanya makin boros malah makin irit 😛

Untuk urusan harga, motor yang ini tembus 25 ribu poundsterling, atau sekitar 400 jutaan. Wah, mahal ya… tapi dengan kemampuan produksi masal dan segmentasi ke kapasitas dan mesin yang lebih kecil tentunya bisa ditekan harganya.

Oh iya, satu lagi yang keren dari motor listrik, tenaga listrik motor ini 100kw, kalo di dyno pasti ga beda jauh, kan tenaga langsung nyalur ke rantai tanpa lewat transmisi yang njlimet kaya mesin bensin. Sementara torsinya 195nm dari 0 RPM. Torsi sudah segitu dari lahir, berarti akselerasi jempol banget ini…

Makasih udah baca tulisan iseng ini, mudah-mudahan bermanfaat.

Selanjutnya saya mau coba tulis tentang kendaraan listrik di Indonesia. Kenapa kok sampe sekarang blm ada yang mondar-mandir pake kendaraan listrik…

Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatu.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *