Blog Kosong dalam rangka Menyambut Aiko (Ngalor Ngidul)

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatu.

Udah lama enggak nulis di sini… Agak kehilangan feel-nya nih, kagok gimana gitu. Konon menurut seseorang, setelah memulai yang perlu dijaga adalah konsistensi. Jadi kalau sudah mulai, sudah konsisten, dijamin ada hasilnya. Kalo ga konsisten, ya otomatis ambrol lah apapun yang sedang dibangun itu. Dalam hal ini saya sedang membangun kemampuan menulis (Halah)…

Oke, setelah dibebaskan dari tugas luar kota beberapa saat lalu, akhirnya saya mbersihin sawang di rumah saya yang ini. Agak berdebu di sana-sini, tapi yang saya agak kaget ternyata pengunjungnya tetap ada walaupun blog autopilot. Hmmm… dari mana ya sumber lalulintasnya? Ternyata banyak yang dari Facebook, tapi ada juga lho yang dari google… Ah senangnya, situs saya sudah di kenal google *terharu.

Di artikel ini saya mau berterima kasih sama teman-teman dan saudara yang sudah berkunjung ke rumah Indramayu ataupun ke RS Bhayangkara untuk menjenguk istri dan anak kedua saya yang baru lahir. Sekaligus saya mengumumkan di sini, bahwa anak kedua saya yang bernama Aiko Sweta Agnie, telah lahir selamat dengan operasi Sesar awal Mei lalu.

Sebetulnya mau normal, tapi karena terlalu lama jadi saya dan dokter setuju untuk menyarankan Sesar ke Istri saya. Pilihan yang berat waktu itu, karena sampe saat itu istri saya masih ingin normal, tapi akhirnya mengalah. Akhirnya di sesarlah pada tanggal itu.

Ah, yang agak lucu itu ketika berkali-kali USG sampai 8 bulan dokter Tyas enggak banyak ngomongin jenis kelamin bayi. Dia bilang ‘belum tahu’ atau ‘mungkin perempuan’ tapi enggak pernah bener-bener bilang kalo ini perempuan atau laki-laki. Sampai tiga atau empat hari sebelum lahir saya lupa, dokter Lizikri bilang ‘Ini cewek ini. Tuh’ katanya sambil nunjukin layar monitor USG. Dan dari saat itulah buru-buru melengkapi nama perempuan yang dalam penelitianya dulu baru berjalan setengah karena perkiraan kami kemungkinan perempuan.

Sebuah penelitian cepat nan melelahkan akhirnya kami lakukan untuk memadu-padankan nama anak kedua kami itu. Sebelum lebih lanjut tentang nama anak kedua, saya jadi ingat nama anak pertama kami, Reinaterran Gaura Agnie. Reina dari bahasa spanyol yang artinya Ratu, Terran bahasa latin yang artinya penghuni bumi atau lebih tepatnya manusia, Gaura artinya hebat dari bahasa sansekerta. Jadi Reinaterran Gaura Agnie artinya: Ratu Manusia yang Hebat. Wogh! Keren ya. Masih kagum sendiri.

Walaupun untuk anak kedua ini dicari mendekati lahiran, tapi penelitianya enggak kalah panjang, lebar dan rumit. Yang kedua namanya Aiko Sweta Agnie. Aiko dari bahasa jepang dari Ai artinya Cinta Ko artinya anak seenggaknya maksudnya dia ini adalah cinta kami, sementara Sweta artinya kemilau. Jadi dia adalah Anak yang dicintai atau cinta kami yang berkemilauan. Hmm… entah kenapa jadi bangga sendiri sama namanya 😀

Oh iya, kebetulan kalo Reina itu juga ada bahasa jepangnya lho. Dua anak kami ini bisa di tulis dalam kanji, kalo Reina kanji-nya: 玲名 Nama Reina ini juga bisa dibaca Reimei. Silahkan browsing artinya :D. Sementara Aiko 愛子… 😛 Saya juga tau-nya cari di internet pake google 😀

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *