Celotehan tentang sport 150 CC 4T di Indonesia

Assalamualakium.
Selamat gini hari, salam sejahtera untuk kita semua.

Kali ini saya mau sedikit membahas tentang perkembangan mesin motor 150cc di Indonesia, khususnya yangĀ punya DNA balap, atau yang sekarang digunakan di ajang balap nasional ataupun internasional. Setidaknya ada 3 raksasa yang sekarang sedang berperang di pasar sport 150cc 4T, Suzuki dengan GSXR150, Honda dengan CBR150R, dan Yamaha dengan R15. Beda pabrikan, beda pengembangan, begitulah yang terlihat dari pengembangan mesin sport 150cc di tanah air.

Suzuki

FXR150

Pada segmen sport 150cc, suzuki punya satu mesin yang sudah sangat lama wira-wiri di tanah Indonesia. Mesin ini dulu di gotong FXR150 yang kekuatan mesin tertingginya diraih pada putaran mesin 12500 RPM dengan 20ps. Sangar ya. šŸ˜€ Mesin yang serupa (tapi tidak sama karena telah mengalami banyak perubahan) diaplikasikan pada motor-motor sport 150cc yang lain, termasuk pada satria versi karbu, satria versi injeksi, dan sampai sekarang GSXR150. Saya tidak akan menyebutkan mesinya sama, karena pasti mesin tersebut mendapat banyak revisi dari versi awalnya, tapi basispengembanganya masih merujuk pada mesin yang umurnya 20 tahun itu.

Kesan yang saya dapatkan dari pabrikan ini, efisiensi. Pabrikan ini mencoba efisien dengan tidak membangun mesin baru untuk motor sport 150cc-nya. Basis mesin yang sama juga memberikan kemudahan bagi pengguna untuk mendapatkanĀ spare part. Bahkan mungkin, ini cuma mungkin lho, saya belum lihat daleman mesinya, mungkin bisa diĀ upgrade.Ā Powernya yang 20ps itu cenderung besar untuk motor harian, bahkan CBR150R karburator saja masih kurang 2ps dari itu.

Umur desain yang sudah hampir 20 tahun dan hampir menyamai Honda Tiger yang digunakan selama 21 tahun ini membuat saya beranggapan kalau prinsip Kaizen (perbaikan berkesinambungan) diterapkan Suzuki. Perbaikan ini baik penyesuaian, penambahan, perbaikan ini terus dilakukan pada mesin sport 150cc-nya.

GSXR150

Mesin yang digunakan FXR150 ini selanjutnya dikurangiĀ power-nya untuk menyesuaikan sasis yang saat itu juga mengecil dan kita kenal dengan nama Suzuki Satria FU dengan pengabutan bahan bakar karburator. Kemudian mesin Satria yang masih karburator ini dirombak pada sektor pendingin menjadi menggunakan cairan, pengabutan bahan bakar injeksi dan power naik menjadi 18ps dibenamkan pada sasis Satria Fu FI baru. Powernya di upgrade lagi jadi 19.1 ps dan dibenamkan pada sport full-frame full firing GSXR150 dan GSXS150.

Honda

Honda CBR150 Thailand

Beda Suzuki, beda Honda. Honda mengembangkan mesin 150cc 4 langkah dari tahun 2008, waktu itu dengan CBR150R yang diproduksi di Thailand. Konon waktu itu mesin bengis honda mampu menyemburkan power 18ps pada 10500rpm. Menggunakan ruang bakar dengan bore 63,5 dengan stroke 47,2 (lebih pendek dari FXR150), mesin ini memiliki kapasitas murni 149,5. Hmm… benar-benar memaksimalkan 150 cc. Belum genap 15 tahun, Honda sudah merevolusi mesin mereka dengan perubahan bore dan stroke. Perubahan bore dan stroke tentunya akan merubah banyak bagian mesin, termasuk bagian kepala silinder, transmisi… Saya rasa hampir semuanya sih.

MesinĀ all new ini muncul dengan keuntungan stroke panjang sekaligus kelemahanya. Keunggulanya, tentu saja torsi pada putaran bahwa yang sangat kaya. Putaran menengahnya juga tak kalah bagus karena ditunjang dengan DOHC (Walaupun saya tak terlalu merasaskan keunggulan DOHC ini pada pemakaian harian). Stroke 57,8 menjadi pilihan honda, membuatnya tidak terlalu overstroke atau ada yang bilang near square. Muntahan powernya 17,1… tidak terlalu wow, tapi cukup lah untuk motor sport 150cc yang banyak digunakan di dalam kota.

Pabrikan ini berkesan revolusioner dengan perubahan mesin ini. Tapi terkesan begitu banyak membuang energi untuk menciptakan mesin baru ini, bukanya mengembangkan mesin lama untuk bermain di putaran bawah atau memperbaiki sasis dan elektronik (kok kaya motogp ya?). Seperti motogp, bisa dilihat di sini, perbedaan pengembangan motor Yamaha dan Honda. Yamaha menganggap mesin adalah bagian dari sasis, sementara Honda menyebutkan Mesin dengan tenaga yang baik akan memudahkan pengembangan lainya.

Yamaha

Vixion

Yamaha tergolong yang paling muda dan paling sukses dalam mengembangkan mesin sport 150cc ini. Diawali dengan V-ixion pada tahun 2008 (kalo gak salah bersamaan sama R-15 di India tahun itu), Yamaha seperti menggedor pasar dengan mesin injeksi pada sport 150cc. Pengalaman dengan injeksi dan mesin 150cc selama 9 tahun ini dan pemilihan mesin yang tepat untuk harian membuat Yamaha sukses dengan V-ixion-nya. Sampai saat ini pun, ketika Yamaha meningkatkan mesinya dengan bore yang sedikit lebih besar dan memperbesar kapasitas mesinya 5cc ditambah VVA, Tampak dari luar Yamaha masih menggunakan konstruksi mesin lamanya yang sudah ditingkatkan. Padahal NVA baru saja mendapat sedikit perubahan ketika di upgrade dari NVL.

Bahkan ketika kemudian diaplikasikan pada R15, mesin ini tidak mendapat banyak perubahan, kecuali maping ECU dan transmisi. Ditambah perbaikan aerodinamika R15 bisa jadi cukup kencang.

R15 V3

Seperti dalam pengembangan motogp, motor 150 cc yamaha saya rasa juga dikembangkan dengan filosofi yang sama. Sasisnya yang delta box kokoh dan rigid membuat motor ini mudah dikendalikan.

yang saya suka dari Yamaha adalah desainya yang semakin baik dari hari kehari. Dimulai dari R15 sampai terakhir muncul Aeros. Walaupun ada beberapa motor yang desainya saya tetap tidak suka, tapi kebanyakan cukup bagus kalau dibandingkan rival-rivalnya. Desain dan sasis menurut saya menjadi kekuatan dari Yamaha pada pertarungan 150cc.

Kesimpulan

Suzuki 150cc 1997-2017 (20 tahun)

Suzuki terus mengembangkan basis mesin yang sama selama 20 tahun. Dengan Stroke 48,8 mm kecepatan piston baru mencapai 21 pada 12500 rpm, yang pada FXR powernya diletakan pada RPM tersebut. Walaupun banyak yang sudah berbeda dengan mesin FXR, mesin GSX punya DNA yang segaris dengan mesin tersebut.

Honda 150cc 2002-2016 (14 tahun)

Mesin honda sport 150cc honda melakukan revolusi setelah 14 tahun sejak diperkenalkan. Setelah peningkatan-peningkatan pada mesin sebelumnya, akhirnya honda memutuskan menggunakan basis mesin baru. Ini khususnya untuk pasar Indonesia, saya dengar pasar luar negeri tetap menggunakan basis mesin yang lama. Karakter mesin tentunya sama sekali berbeda dengan mesin seblumnya.

Yamaha 150cc 2008-sekarang (9 tahun)

Yamaha masih lebih muda dari yang lain, tapi telah sukses mengembangkan mesin 150cc nya dan konsisten dengan stroke mereka. struktur mesin pun tidak banyak diubah banyak sejak pertama kali dikenalkan. Perubahan terakhir (belum rilis)-pun masih menggunakan stroke yang sama. Sementara struktur bagian dalam mesin belum terlihat, saya pikir tak banyak perubahan kecuali pada sektor transmisi.

 

Sekian dulu, mudah-mudahan saya bisa meneruskan tulisan saya lain waktu.

Wassalamualaikum

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *