Sudah diputuskan, tetap PCX

Entah kenapa buat saya menulis itu seperti melatih otak untuk bekerja setelah melakukan kegiatan membosankan berkelanjutan. Membuat saya berfikir lebih jernih, mengembalikan prinsip-prinsip yang sebelumnya pudar karena tergiur hal lain, dan akhirnya dapat menetapkan hati.

Dari judul dan paragraf pembuka, sudah tahukan? Walaupun sebelumnya dikecewakan dealer, katanya yang bisa dipesan hanya yang putih, tapi berkat dorongan istri akhirnya kami berkunjung ke dealer lain, dealer yang lebih besar dan tingkatanya kemungkinan satu tingkat lebih tinggi dari yang sebelumnya.

Yang saya tahu, ada tiga tingkatan dealer honda. Yang paling tinggi menjual berbagai macam motor, motor besar atau honda bigbike, premium model (CBR250RR, CRF250RALLY dan SH150i) dan model reguler lainya disebut sebagai Dealer Honda BigWing. Tingkat yang lebih rendah menjual model premian (Seperti CBR250RR, CRF250RALLY dan SH150i) dan model reguler disebut sebagai Dealer Wing. Sementara sisanya disebut sebagai Dealer Honda yang melayani model-model reguler Honda.

Dealer sebelumnya tidak menampilkan model seperti CBR250RR di showroom-nya, hanya model-model reguler saja, jadi saya menduga itu dealer reguler Honda. Yang saya baru tahu, ternyata ada juga perbedaan keterampilan dari penjualnya. Saya justru lebih tahu apa yang saya pilih dari penjual di dealer reguler itu. Dia bilang hanya ada warna putih saja, padahal yang saya tahu ada 3 pilihan warna, emas, hitam, putih dan merah. Bahkan saya sempat kirim email ke AHM untuk konfirmasi, apa benar hanya ada warna putih saja untuk unit PCX150 2018 yang dapat di-inden?

Belum sempat menerima balasan dari AHM, saya menyempatkan diri mampir di dealer Honda lain yang kelihatanya lebih besar. Dealer Honda Wing Terang Anugerah yang ternyata jaringan Wahana ini ternyata punya penjelasan yang sangat berbeda dengan dealer sebelumnya. “Ada 4 pilihan warna pak” Kata Mbak Miss (Mbak sama Miss ini kan satu arti ya 😀 ) yang kebetulan menerima kami (karena mampirnya bareng keluarga. Eh, enggak langsung diterima ding, saya perlu menjelaskan 3 kali kalo saya mau tanya-tanya tentang PCX sampai di lempar ke orang yang tepat.

“Mbak, saya mau tanya-tanya tentang PCX.” Kata saya pada sales pertama yang kemudian mempersilahkan bertemu dengan sales kedua. “Mbak, saya mau tanya-tanya tentang PCX.” Kata saya lagi waktu ditanya Mbak-nya ada perlu apa ke sana. Baru ditunjuk ke sales terakhir “Mbak, saya mau tanya-tanya tentang PCX.” akhirnya langsung dipersilakan duduk dan mulai dijelaskan.

Jawaban pertamanya memuaskan, ‘ada 4 pilihan warna pak’ katanya. Nice! Sesuai dengan peluncuran kemarin. Langsung disuguhi gambar-gambar molek PCX150 warna-warni yang bisa saya pesan. Setelah percakapan singkat, langsung saya tanya bagaimana prosedurnya untuk inden?

Warna keemasan

 

Warna merah, yang saya pilih.

 

Warna Hitam. Warna yang saya sajikan yang tidak ada di websitenya saja. Yang putih bis alangsung lihat di astra-honda.com

Sesuai artikel-artikel yang sudah banyak beredar, untuk inden PCX dengan cash memerlukan uang muka 2 juta rupiah. Sementara untuk pembayaran kredit (ini yang jarang saya temui di beberapa blog), langsung survey. Mungkin takut kalo unit udah dateng, surveynya gagal kali ya. Jadi datang ke dealer, bilang mau kredit, survey, kemudian ada pemberitahuan berikutnya kalau surveynya berhasil, kemudian nunggu unit di kirim. Uang muka tentu aja tergantung mau berapa. Hanya pemesanan cash yang dikenakan biaya uang muka 2 juta rupiah itu.

 

Kalo semuanya lancar, unit akan dikirim bulan Februari nanti. 😀

Share This:

4 tanggapan pada “Sudah diputuskan, tetap PCX

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *