Desain PCX 150 2018 dengan Fibonacci dan Golden Ratio

Tampaknya setelah GXR150 ini motor fenomenal ke dua yang cukup menggiurkan. Di banderol dengan harga 27jt-an untuk versi CBS dan 32Jt-an untuk versi ABS, pengenalanya termasuk yang booming dan di bahas banyak blogger kondang tanah air. Saya ikut-ikutan? Ya enggak lah. Toh ini bukan Blog otomotif informatif. Kebetulan aja suka sama PCX dari dulu, tapi harganya wah banget. Karena suka, ya saya tulis. Saya mah gitu orang nya. 😀

Jadi apa aja yang bagus dari PCX dibanding sainganya? Menurut saya ada 3 kunci utama sekuter metik gambot yang menjadi daya tarik.

Desain

Yang pertama adalah desain. Bagaimana desain PCX? Di desain dengan apik, atau bahasa Sherlock Holmes-nya Well-Designed. Motor transmisi CVT, bentuknya sekuter ya psati begitu lah kan bentuknya ya… Nah, buat penyuka roda dua seperti saya, tentunya desain dari sekuter gambot punya nilai tinggi. Desain ini yang pertama, karena memang karena itulah motor ini di pilih. Kalo bukan karena desain, saya jamin tidak akan muncul sekuter-sekuter jenis ini, ya desain yang itu-itu saja, ya seperti itu-itu saja desainya.

Tapi kalo kita perjelas, gimana ya kok suatu desain itu bisa bagus? Ternyata ada unsur matematis dari sebuah desain agar suatu desain itu terlihat bagus. Yang pertama adalah aturan sepertiga dari dunia foto grafi yang juga ternyata dalam matematika ada yang namanya golden ratio yang kata wikipedia ‘rasio antara jumlah kedua nilai itu terhadap nilai yang besar sama dengan rasio antara nilai besar terhadap nilai kecil.’ Nah, tampaknya PCX 150 2018 ini di desain menggunakan dasar ini. Berikut saya masukan dalam bidang aturan sepetiga.

Mudah-mudahan cukup jelas gambarnya, karena saya ambil dari situs pcx-nya, jadi resolusinya rendah. Pada foto disamping kelihatan kan, bagian depan motor memenuhi sepertiga bagian horizontal. Sementara sepertiga bagian atas dikosongkan, objek langsung memenuhi sisa frame di bagian bawah. Jangan lupa pertemuan Jok dengan dengan ruang kosong di tengah tepat berada di tengah-tengah atau pusat dari ‘golden ratio’ tersebut.

Belum habis, masih ada lagi sebuah rumus matematika yang katanya menentukan keindahan, yaitu bilangan Fibonacci. Secara umum bilangan Fibonacci itu seperti gambar di samping.

bilangan Fibonacci, sumbernya dari https://en.wikipedia.org/wiki/Fibonacci_number

Nah, kalo kita masukan spiral tersebut ke gambar samping desain PCX, bisa kita peroleh gambar seperti di bawah ini:

Gimana? Maksa kan? Ya iya lah. Wkwkwkwk… Sebetulnya masalah desain sih selera, tapi saya suka desain PCX ini terlihat compact. Tidak banyak dimensi terbuang, terutama di bagian mesin yang tertutup rapih. Dari foto-foto yang sudah beredar di Internet, bagian belakang lampunya juga seperti memiliki signature tersendiri, yang dari jauh kita sudah langsung tahu kalau itu PCX. Dari depan, dengan alisnya juga sama, tapi sayang masalah alis ini saya tidak terlalu suka. 😐

Kenyamanan

Urusan kenyamanan PCX lama bisa dibilang jempolan. Minim getar, posisi duduk nyaman, harusnya tetap hadir di PCX lokal ini. Jika kenyamananya sama, atau bahkan lebih baik, maka ini akan menjadi nilai tambah. Sayangnya karena belum ada yang test ride, dan kemungkinan saya termasuk yang tidak bisa segera test ride T_T, jadi belum bisa disimpulkan. Cuma, ya sayang kalau desain sudah oke, tapi kenyamanan kurang.

Fitur

Yang terakhir dan tidak kalah penting adalah fitur. Fitur yang tidak ada di penantangnya antara lain ACG yang membuat start mesin terasa nyaman. Tentu saja jika dilengkapi dengan ISS maka makin lengkap fiturnya, juga irit menerabas lampu merah. Panel meter menyediakan berbagai informasi dan di desain menarik. Yang tidak kalah penting adalah fitur keyless yang sangat nyaman dan merasa aman waktu meninggalkan motor di parkiran, bisa dibilang yang saya rindukan dari GSXR150 ya keyless-nya itu. Yang unik lagi dari PCX adalah cakram depanya menggunakan 3 piston yang biasanya hanya 2. Satu-satunya roda dua yang pakai 4 piston di mesin 250 cc ke bawah adalah KTM duke dan RC di Indonesia.

Begitulah kira-kira yang bikin saya suka motor ini. 🙂

Sayangnya model hybrid-nya enggak diperkenalkan. Model elektriknya juga. Agak sedih juga.

Oh iya, bagi yang tertarik saya dengar dari blog-blog kondang sudah bisa di inden di dealer Honda BigWing.

Share This:

1 tanggapan pada “Desain PCX 150 2018 dengan Fibonacci dan Golden Ratio

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *