Seberapa hemat sih motor listrik?

Blog #25

Barusan sambil jalan pulang mikirin artikel tentang skema motor listrik, tapi barusan ada yang menggelitik di komentar first impression PCX Electric. Kecewa sih, ternyata tenaganya enggak sampe 1kw hix, hix, tapi yaudah lah. Masalahnya ada yang bilang ‘motor listrik bikin tagihan listrik mahal’. Wah, wah, orang ngeyel kaya gini perlu diluruskan.

Anyway, karena masih jarang motor listrik, jadi kita pake studi kasus yang udah ada aja, ya. Ambil contoh kasus biaya bahan bakar Viar Q1 VS Honda Vario 110, walaupun saya enggak punya Viar Q1, ya kita lihat di spek dan kita pake worst case scenario untuk menghitung berapa biaya bahan bakar untuk menggerakan kedua motor ini masing-masing.

Kita anggap pulang pergi ke kantor 40KM, perjalanan akhir pekan 80KM termasuk ke warung dan minimarket atau sekedar ke ATM ambil uang dan belanja di pasar. Di tempat saya kebetulan 5 hari kerja, jadi 40KM x 5 = 200KM. Jadi Total perjalanan 280KM per minggu. Di kali empat jadi 1120 KM per bulan.

Hitungannya:

Konsumsi bahan bakar Vario 110 berkisar antara 38-44 km/liter. Saya ambil konsumsi terbaik ya 44 km/liter. artinya dalam 1 bulan membutuhkan 1120/44 = 25,454… saya bulatkan 25,5 liter. Jika harga BBM 6450 per liter, berarti motor membutuhkan 25,5 x 6450 = 164.474.

Kita pindah ke Viar Q1. Viar Q1 punya penyimpanan daya 2KWH. Dengan 2 KWH ini Viar kaytanya bisa menempuh 70 km dan itu tergantung sama beban mesin. Anggap aja ternyata bebanya cukup berat dan cuma bisa 50km, artinya 2kwh ini bisa menempuh 50 km. Jarak tempuh 1 bulan tadi 1120 KM. Dalam satu bulan motor ini akan mengisi sebanyak 1120/50 = 22,4 kali ngisi. Dalam 1 kali ngisi motor membutuhkan daya 2 KW (Walaupun biasanya enggak sampe kosong banget sih, kecuali di dorong sampe rumah. Artinya energi yang dibutuhkan adalah 22,4 x 2 = 44,8 KWH. Harga KWH dari PLN adalah 1,467 per KWh. Kita buletin 1500 aja ya biar gampang, jadi 44,8 x 1.500 = 67200

Dengan Viar Q1 kita hemat Rp. 97.274 Artinya bisa Artinya bisa beli 195 bakwan 1 bulan, atau dapet tambahan 6 bakwan setiap hari… nyam.. 😀

Tunggu dulu! Gimana kalo 1 tahun?

1 tahun artinya 12 bulan. Dalam 12 bulan kita akan menempuh jarak 1120 x 12 = 13440 km.

Jangan lupa, kalo mesin IC (Internal Combustion) harus di servis setiap 4000 km (kecuali karbu 2500 kan ya?). 1 tahun artinya butuh 13.440/4000 = 3,36 atau paling sedikit 3 kali servis. Servis meliputi biaya service 45 ribu, oli 30 ribu (kali aja ada yang murah). Jangan lupa, oli metik juga harus di ganti, harganya 20 ribuan lah ya. Total biaya service dalam 1 tahun : (164.474 x 12) + 3(45.000+30.000) + 20.000 = 1.644.474 + 225.000 + 20.000 = 1.889.474 Dengan rata-ratat biaya per bulan sudah termasuk service dan oli adalah Rp. 382.039,5

Motor listrik harusnya sih enggak perlu di service. Enggak ada klep yang harus dikencengin, belt transmisi yang harus diperiksa, injector yang harus dibersihin, rantai keteng yang harus di cek, dll. dsb. dst. Cukup kampas rem aja yang perlu di periksa, sama baut-baut yang harus di kencengin kalo kendor, itu aja. Jadi biaya per tahunya ya 97.274 x 12 = 1.167.288 Selisih nya jadi 722.186 atau setara 1.444 bakwan. Woooo, banyak ya.

Nah, kalo diperhitungkan biaya service jadi selisih perbulanya adalah Rp. 284.765,5 Wah, bisa nambah cicilan HP nih xixixixixi… Tentunya akan lebih baik lagi kalo pemerintah ataupun Viar sendiri sudah menyediakan tempat mengisi listrik. Jadi bisa ngisi di tempat kerja misalnya… 😀

So, saya simpulkan pemenang irit-iritan ini adalah…

Diambil dari situs www.viarmotor.com

Share This:

1 tanggapan pada “Seberapa hemat sih motor listrik?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *